Sunday, May 5, 2019

Wisata Gunung Wayang Sky Of Sumberwuluh


Secara geografis Desa Sumberwuluh terletak pada posisi 8°10'-9°55' Lintang Selatan dan 113°02'-341° Bujur Timur. Topografi ketinggian Desa ini adalah berupa dataran sedang yaitu sekitar 450 – 500m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Lumajang tahun 2014, selama tahun 2014 curah hujan di Desa Sumberwuluh rata-rata mencapai 2.400 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Agustus s/d Desember hingga mencapai 405,04 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2000-2013.
Secara administratif, Desa Sumberwuluh terletak di wilayah Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang dengan posisi dibatasi oleh wilayah Desa-Desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sumbermujur, Perhutani dan Supiturang Kecamatan Pronojiwo. Di sebelah Barat berbatasan dengan Perhutani. Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Perhutani dan Jugo Sari, sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Jugosari, Sumberrejo dan Candipuro .Jarak tempuh Desa Sumberwuluh ke ibu kota kecamatan adalah 4 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 7 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 31 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 ( satu ) jam. 
Desa Sumberwuluh memiliki banyak potensi wisata, salah satunya yang sudah mulai berkembang adalah wisata Gunung Wayang yang letaknya di Dusun Kajarkuning Gunung  Sawur Desa Sumberwuluh,Sepintas bila kita lihat foto pohon-pohon pinus diatas menyerupai tokoh-tokoh pewayangan.Puluhan tahun yang lalu ada satu pohon besar yang bila kita lihat dari jarak hingga puluhan kilometer terlihat seperti salah satu tokoh pewayangan.Hal tersebut bukan hanya cerita/omong kosong belaka,Gunung wayang juga mempunyai nama lain sesuai dengan peta  peninggalan belanda yang dimiliki oleh Perhutani yaitu Bukit Barisan.Gunung Wayang terletak di Desa Sumberwuluh,Kecamatan  Candipuro,Kabupaten Lumajang.Akses terdekat mencapai Gunung Wayang adalah melalui Gunung Sawur (disini terdapat  pos pengamatan gunung api Gunung  Semeru). 

                       











































No comments:

Post a Comment